Jumat, 30 Oktober 2009
Kalau Kmu meNGangGap
DIRimu KALAH, ya Kmu KALAH.
Kalau Kmu MeNGAnggAp Kmu
TIDAK BERANI, ya Kmu TIDAK BERANI
Kalau Kmu ingIN menANG tetapi
menGaNGGAP TIDAK MUNGKIN,
hampir pAsti kamu TaKKAn MENANG.
Pertempuran dalam keHIduPan Ini
tiDakLah selalU memihaK kePADA yang
yang Lebih Kuat atau LeBIH cEPaT,
teTApI CePAt ataU laMBat, yang meNang
adaLAH yang MeNGanGgap IA BISA!!
Entropi sendiri berasal dari bahasa Yunani, entrope yang berarti berubah. Dari definisi yang aku peroleh dari wikipedia, entropi berarti derajat ketidakteraturan dari sebuah sistem. Artinya, dalam sebuah sistem tertutup, sistem akan mengarah pada ketidakteraturaan, seiring dengan meningkatnya entropi.
Entropi merupakan selang ketidakteraturan dalam suatu sistem. Entropi sistem meningkat ketika suatu keadaan yang teratur, tersusun dan terencana menjadi lebih tidak teratur, tersebar dan tidak terencana. Semakin tidak teratur, semakin tinggi pula entropinya. Dalam istilah yang lebih sederhana, entropi suatu sistem adalah suatu sistem dari manifestasi ketidakberaturan.
Istilah entropi diciptakan pada tahun 1865 oleh Rudolf Clausius dalam ilmu termodinamika untuk menggambarkan arah suatu proses yang tidak dapat memutarbalikkan.
Jika sepotong kayu hangus dengan api, maka berubah menjadi abu dan energi. Dengan api dan energi tersebut secara langsunsg tidak mungkin dapat diciptakan kayu lagi. Energi pembakaran memanaskan udara, berarti telah hilang. Hal yang sama terjadi bila es batu mencair, menjadi air. Energi pencair tersebut langsuns hilang dan air tidak menjadi es batu lagi.
Pola pikiran kayu maupun es batu merupakan sistem tata tertib dalam tahapan tinggi dan keadaan rendah. Sebaliknya, hasil pembakaran kayu atau pencairan es batu merupakan sistem tata tertib dalam tahapan rendah serta keadaan entropinya tinggi.
Hukum Thermodinamika II: setiap terjadi perubahan bentuk energi, pasti terjadi degradasi energi dari bentuk energi yang terpusat menjadi energi yang terpencar. Contoh: benda panas pasti menyebarkan panas (energi) ke lingkungan sekitar yang lebih rendah suhunya. Energi yang tidak seluruhnya dapat dipakai untuk melakukan kerja. Contoh: 10 ton kalori untuk memutar mesin, hasil kerja mesin itu kurang dari 10 ton kalori. Bagian energi yang dapat dipakai untuk melakukan kerja disebut entropi. Lawan dari entropi adalah negentropi (entropi negatif atau pengurangan entropi). Contoh: fotosintesis mempunyai efek negentropi.
Entropi merupakan suatu istilah dalam hukum termodinamika yang menunjukkan suatu ukuran ketidakpastian dari suatu sistem.
Entropi dan Hukum Kedua Termodinamika
Pengalaman sehari-hari menunjukkan bahwa sebuah kolam tidak membeku di musim panas. Jika sebuah benda panas berinteraksi dengan benda dingin, maka tak terjadi bahwa benda panas tersebut semakin panas dan benda dingin semakin dingin, meskipun proses-proses tersebut tidaklah melanggar hukum kekekalan energi yang dinyatakan sebagai hukum pertama termodinamika.
Hukum kedua termodinamika berkaitan dengan apakah proses-proses yang dianggap taat azas dengan hukum pertama, terjadi atau tidak terjadi di alam.
Hukum kedua termodinamika seperti yang diungkapkan oleh Clausius mengatakan, “Untuk suatu mesin siklis maka tidak mungkin untuk menghasilkan efek lain, selain dari menyampaikan kalor secara kontinu dari sebuah benda ke benda lain pada temperatur yang lebih tinggi".
Bila ditinjau siklus Carnot, yakni siklus hipotesis yang terdiri dari empat proses terbalikkan: pemuaian isotermal dengan penambahan kalor, pemuaian adiabatik, pemampatan isotermal dengan pelepasan kalor dan pemampatan adiabatik; jika integral sebuah kuantitas mengitari setiap lintasan tertutup adalah nol, maka kuantitas tersebut yakni variabel keadaan, mempunyai sebuah nilai yang hanya merupakan ciri dari keadaan sistem tersebut, tak peduli bagaimana keadaan tersebut dicapai. Variabel keadaan dalam hal ini adalah entropi. Perubahan entropi hanya gayut keadaan awal dan keadaan akhir dan tak gayut proses yang menghubungkan keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut.
Hukum kedua termodinamika dalam konsep entropi mengatakan, "Sebuah proses alami yang bermula di dalam satu keadaan kesetimbangan dan berakhir di dalam satu keadaan kesetimbangan lain akan bergerak di dalam arah yang menyebabkan entropi dari sistem dan lingkungannya semakin besar".
Jika entropi diasosiasikan dengan kekacauan maka pernyataan hukum kedua termodinamika di dalam proses-proses alami cenderung bertambah ekivalen dengan menyatakan, kekacauan dari sistem dan lingkungan cenderung semakin besar.
Di dalam ekspansi bebas, molekul-molekul gas yang menempati keseluruhan ruang kotak adalah lebih kacau dibandingkan bila molekul-molekul gas tersebut menempati setengah ruang kotak. Jika dua benda yang memiliki temperatur berbeda T1 dan T2 berinteraksi, sehingga mencapai temperatur yang serba sama T, maka dapat dikatakan bahwa sistem tersebut menjadi lebih kacau, dalam arti, pernyataan "semua molekul dalam sistem tersebut bersesuaian dengan temperatur T adalah lebih lemah bila dibandingkan dengan pernyataan semua molekul di dalam benda A bersesuaian dengan temperatur T1 dan benda B bersesuaian dengan temperatur T2".
Di dalam mekanika statistik, hubungan antara entropi dan parameter kekacauan adalah, pers. (1):
S = k log w
dimana k adalah konstanta Boltzmann, S adalah entropi sistem, w adalah parameter kekacauan, yakni kemungkinan beradanya sistem tersebut relatif terhadap semua keadaan yang mungkin ditempati.
Jika ditinjau perubahan entropi suatu gas ideal di dalam ekspansi isotermal, dimana banyaknya molekul dan temperatur tak berubah sedangkan volumenya semakin besar, maka kemungkinan sebuah molekul dapat ditemukan dalam suatu daerah bervolume V adalah sebanding dengan V; yakni semakin besar V maka semakin besar pula peluang untuk menemukan molekul tersebut di dalam V. Kemungkinan untuk menemukan sebuah molekul tunggal di dalam V adalah, pers. (2):
W1 = c V
dimana c adalah konstanta. Kemungkinan menemukan N molekul secara serempak di dalam volume V adalah hasil kali lipat N dari w. Yakni, kemungkinan dari sebuah keadaan yang terdiri dari N molekul berada di dalam volume V adalah, pers.(3):
w = w1N = (cV)N.
Jika persamaan (3) disubstitusikan ke (1), maka perbedaan entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal dimana temperatur dan banyaknya molekul tak berubah, adalah bernilai positip. Ini berarti entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal tersebut bertambah besar.
Definisi statistik mengenai entropi, yakni persamaan (1), menghubungkan gambaran termodinamika dan gambaran mekanika statistik yang memungkinkan untuk meletakkan hukum kedua termodinamika pada landasan statistik. Arah dimana proses alami akan terjadi menuju entropi yang lebih tinggi ditentukan oleh hukum kemungkinan, yakni menuju sebuah keadaan yang lebih mungkin. Dalam hal ini, keadaan kesetimbangan adalah keadaan dimana entropi maksimum secara termodinamika dan keadaan yang paling mungkin secara statistik. Akan tetapi fluktuasi, misal gerak Brown, dapat terjadi di sekitar distribusi kesetimbangan. Dari sudut pandang ini, tidaklah mutlak bahwa entropi akan semakin besar di dalam tiap-tiap proses spontan. Entropi kadang-kadang dapat berkurang. Jika cukup lama ditunggu, keadaan yang paling tidak mungkin sekali pun dapat terjadi: air di dalam kolam tiba-tiba membeku pada suatu hari musim panas yang panas atau suatu vakum setempat terjadi secara tiba-tiba dalam suatu ruangan. Hukum kedua termodinamika memperlihatkan arah peristiwa-peristiwa yang paling mungkin, bukan hanya peristiwa-peristiwa yang mungkin.
Hukum entropi (the law of energyentropy)
Setiap pemakaian bentuk atau unit energi tidak pernah tercapai 100 % efisiensinya, sehingga ada sisa energi yang tidak terpakai (entropi). Karena entropi itu tidak terpakai pada proses itu maka entropi disebut limbah. Jadi berdasarkan konsep ini, dengan melihat hampir semua kegiatan adalah perubahan energi dari satu bentuk kebentuk lain maka berarti pencemaran (limbah/entropi) selalu terjadi .
Dari hukum entropi tsb ada 2 hal yg penting:
1. Pencemaran selalu terjadi dan tidak dapat dihindari karena adanya entropi
2. Pencemaran selalu dapat diperkecil kerena sesungguhnya entropi itu adalah sumber energi bagi proses lain.
Pustaka:
http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1112756344&35 (diakses pada: 30 Oktober 2009 pukul 03.29 WIB)
http://freeupdate.blog.friendster.com/2009/03/entropi/ (diakses pada: 30 Oktober 2009 pukul 03.23 WIB)
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&ct=res&cd=12&ved=0CAkQFjABOAo&url=http%3A%2F%2Felista.akprind.ac.id%2Fupload%2Ffiles%2F7477_DIKTAT.doc&rct=j&q=entropi+limbah&ei=6P_pSuCsKY3U6gPInKTrCw&usg=AFQjCNEvQO__O1pHcpOBkRjqjUevK3rNLg (diakses pada: 29 Oktober 2009 pukul 21.45WIB)
http://yutiariani.blogspot.com/2006/04/entrope.html (diakses pada: 29 Oktober 2009 pukul 20.18 WIB)
Rabu, 14 Oktober 2009
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu:
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad…Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
· Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
· Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
· Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan…
· Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah
· Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
· Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
· Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"
Ketika Mayat Siap Dikafan…Suara Dari Langit Terdengar Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan
· Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
· Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan…
· Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
· Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
· Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."
Ketika Mayat Diusung…. Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
· Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
· Berbahagialah Apabila Hidu pmu Penuh Dengan Taat."
Ketika Mayat Siap Dishalatkan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
· Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
· Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."
Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara Memekik Dari Langit, "Wahai Fulan Anak Si Fulan…
· Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gelita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan…
· Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
· Dahulu Kau Bergembira, Kini Dalam Perutku Kau Berduka
· Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."
Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian….Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku…..
· Kini Kau Tinggal Seorang Diri
· Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
· Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
· Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri
· Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
· Hari Ini,….
· Akan Kutunjukan Kepadamu
· Kasih Sayang-Ku
· Yang Akan Takjub Seisi Alam
· Aku Akan Menyayangimu
· Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
· Kembalilah Kepada Tuhanmu
· Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
· Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku
· Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"
Anda Ingin Beramal Shaleh…?
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal…!!!
Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam
menjalani hidup ini.
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadistnya yang lain, Beliau bersabda "wakafa bi almauti wa’idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu.
Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin….
Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja…
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini…
Sabtu, 10 Oktober 2009
1. Kejujuran
2. Kecerdasan
3. Amanah
4. Berbagi...
dipegang ya,,,
Selasa, 29 September 2009
hmm,, judul di atas saya peroleh hari ini bgt dari dosen Mata Kuliah Metode Penyusunan dan Penulisan Skripsi (MPPS).
Membuat salah satu Karya Tulis Ilmiah memang terkadang tidak luput dari mengutip pendapat orang baik dari handbook, artikel koran ataupun internet, maupun jurnal hasil karya orang. Namun langkah mengutip ini sangat riskan bahkan limit dengan apa yang namanya menjiplak alias PLAGIAT. Dengan bermodal "kreatifitas yang kurang tersalurkan dgn baik" hal ini sangat mungkin terjadi.
Memang unsur penjiplakan itu memang terkadang sulit terlihat,, karena dapat dengan mudah diubah jenis kalimat maupun kosa katanya. Jadi, terkadang hanya si penulis dan Yang Maha Tahu saja yang tahu "kemurnian" dari penulisan/ menyusunan karya tulis tersebut.
Dari sini dapat terlihat kan kejujuran cukup berperan dalam penulisan/ penyusunan suatu karya tulis,,
okay, setidaknya ini jadi bahan renungan apakah kreatifitas yg kita miliki sudah tersalurkan dengan benar dan sudah lepaskah kita dari plagiat?
;)
Sabtu, 26 September 2009
Jatinangor, 26 Sept'09
Output yang bisa diambil dari kegiatan ini amat sangat banyak,,, tentunya selain nilai berupa huruf mutu yang berpengaruh terhadap IP(Indeks Prestasi) dan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) ada "nilai-nilai lain" yang sadar atau tanpa sadar dapat kita ambil dari kegiatan ini. Hidup satu rumah dengan sembilan orang yang tidak kenal sama sekali sebelumnya.. okay,, ada satu orang yang sebelumnya dah kenal dengan alasan dia satu jurusan dan satu kelas di perkuliahan.. tapi da tetep we.. orang bersangkutan termasuk kategori "dingin" di kelas, jd tetep ajah 9 orang yang belum saya kenal luar dalam dan harus tinggal selama 37 hari SERUMAH...
Desa Pamekaran,, Kecamatan Rancakalong,,Kabupaten Sumedang.. di situlah saya dan sembilan orang yang awalnya tak dikenal ber-KKN,, desa yang masih cukup bersih dari kontaminasi asap kendaraan motor. Dengan kapasitas 7 orang pria dan 3 orang wanita seolah-olah kita pindah tempat tinggal menjadi warga setempat.
Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi,, setiap harinya banyak banget makna yang dapat dipetik... pagi hari yang diawali dengan bersabar bangunin pria2 yang tertidur di sofa-sofa untuk sholat subuh hingga ditutup dengan ditemani obrolan-obrolan malam pengantar rasa kantuk....
Tugas kampus untuk membuat program kerja seolah bukan lagi menjadi prioritas utama,, yang dipikirkan yaitu bagaimana caranya supaya enjoy melewati hari-hari yang pada awalnya ingin segera berakhir dan berujung "betah" hingga dilakukannya "pengunduran waktu pulang" dari yang dianjurkan sudah boleh pulang (saking betahnya...heuheu).
memahami karakteristik orang yang tak satu pun sejenis (karena benar-benar 10 orang individu yang beragam) seakan menjadi santapan sehari-hari. Bagaimana menyikapi si A klo lagi gini,, si B klo lagi gitu...keegoisan memang harus disimpan dulu.. dan.. lama-lama terbiasa bagaimana harus bersikap. Mulai yang dari sikap kekanak-kanakan hingga benar-benar dewasa perlu penyikapan yang berbeda-beda,, belajar arti sesungguhnya dari ikhlas dan memaafkan, adil, memahami dan menyikapi seseorang, berbagi, peduli, arti sebuah kepeimpinan, arti kejujuran dan yang cukup ngena yaitu nilai dari sebuah KEMUNAFIKAN.sungguh suatu pemebelajaran yang sangat luar biasa bagi saya, hal ini tidak mungkin saya peroleh lagi di luar kegiantan KKN ini.
Yang tidak saya dapatkan dari KKN ini yaitu KKN identik dengan biro jodoh...hahahaha...
gk ada satu pasanganpun yang "jadi" di blok pamekaran khususnya Cikeusik ini,,, heuheu. yup, selain emang sebagian besar dan punya "gandengan" sepertinya arti kesetian dipegang teguh masing-masing orang (bagi yang udah berpasangan)..baguslah seperti salah satu cuplikan yang dilontarkan temen saya "masa yang udah bertahun-tahun, kalah dengan yang cuma 37 hari",,hehehe.. buat yang masih jomblo terus berjuanglah masih banyak "biro jodoh 2x" lain di luar KKN ini..(lho kok??)..
Okay, keluar dari masalah biro jodoh,, di sini saya ingin mengucapkan terima kasih buat semua pihak yang telah mendukung perolehan "nilai-nilai lain" dari perjalanan 37 hari ini. mulai dari yang Maha Berkendak Alloh SWT,,trus penyelenggara KKNM PPMD 2009 seperti LPPM UNPAD dan rengrengan dosen pendukung kegiatan ini... Orang tua yang memberikan izin dan doa tulusnya, warga desa yang rela & ikhlas kita "ganggu",,dan spesial thanx nya buat temen serumah yang luar biasa dasyat...
kang Akrie...jago soal kuku embe & joget..hihi
jago soal komputer n nyanyi..hoho
jago olah raga n tahan lama gk mandi...hehe
jago deket ma warga & tahan "banting",,hihi
rauf--esjago segala perkartuan...haha
dianita---didijago masak...nyam..nyam..
yone...jago bikin tenang vivi,,"tenang, ada yone",,hehe
kamal ontajago makan n tidur..haha
ramdan--omon--'danjago ngeboongin vivi tp jago juga melontarkan kata2 yang "dalem" hehe

oh iya,, pas di pamekaran saya penah sedikit menggores tinta copy paste sini jugalah...buat kenang-kenangan...
,,,?,,,
merayap,,melangkah,,dan berlari
seiring roda yang terus berputar,
lantunan syair elok mempesona datang tuk hampiri
jiwa menabuh sukma yang bergejolak
tak dapat mengelak
dalam suatu segitga semu namun tak pasti
ingin gapai cengkraman dan dekapan beralas permadani
diam meski kibasan sayap rapuh lirih
sungguh ingin melangkah menata pijkan bait
terombang-ambing menari berputar tarik ulur
berharap kepastian dan hembusan gemuruh pengubur
namun, kala tersadar dalam goncangan penat
penghancur gundah memeluk erat
dan sadar akan riuh gemuruh hati
hanya menatap dengan gumpalan nada tak abadi
dan semuanya akan kembali
Pamekaran, 17 agust'09
04.45 waktu setempat




